Skip navigation

Bandung bergoyang, baru pertama kali ini aku merasakan gempa sekuat dan selama ini. Menurut berita yang segera beredar di media massa saat ini, gempa ini berkekuatan 7,3 skala ritcher dan berpusat di Tasikmalaya. Dan diperkirakan gempa ini juga berpotensi  mengakibatkan Tsunami.

Oh god, semoga tidak terjadi apa-apa setelah ini…

Gempa yang berlangsung sekitar 2 menit ini cukup membuat kepalaKu pusing lantaran gempa ini cukup keras. Orang-orang berlarian keluar membuat suasana semakin  mencekam. Juga langit yang tertutup awan mendung semakin ngeri….

Bau sangit kelalatu dan asap kini memenuhi udara Palangkaraya Kalimantan Tengah (Kalteng). Asap itu timbul akibat kebakaran lahan gambut yang terus berlangsung di daerah berpenduduk sekitar dua juta jiwa itu.

“Udara benar-benar kotor, ke mana-mana hidung dan mulut harus ditutup dengan masker,” kata Muslin penduduk Palangkaraya.

Pemerintah telah melarang penduduk membakar lahan, tapi kebakaran terus berlanjut. Pemerintah juga telah mengupayakan pemadaman kebakaran dengan mengurangi titik-titik api yang banyak tersebar di wilayah itu. Pemerintah juga mengerahkan regu pemadam manggala agni, namun usaha itu tak mampu sepenuhnya mengatasi kebakaran di area yang luas itu.

Hujan buatan diprogramkan dengan dana miliaran rupiah, tapi saat kemarau wilayah itu kembali terbakar, karena udara panas.

Akibat asap kebakaran, pada Sabtu pagi (29/8) jalan Trans Kalimantan Poros Selatan jurusan Palangkara-Banjarmasin di Palangkaraya dan Kabupaten Pulang Pisau, nyaris tak terlihat.

Kendaraan harus menyalakan lampu. Para pengemudi juga harus membunyikan klakson demi beringsut menghindari tabrakan.

“Itulah derita warga akibat bencana asap,” ujar Muslin.

Bencana asap juga telah mengakibatkan ribuan warga terkena infeksi saluran pernafasan atas (ISPA), memperparah para penderita asma, dan menyebabkan ratusan warga terkena penyakit mata.

Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat telah berulang kali mengingatkan seluruh warga agar tidak membakar lahan, karena asap bisa menyebabkan penyakit.

Kepala Bidang Bina Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes Kalteng, dr. Mulin Simangunsong, M.Kes mengatakan sebaran asap apalagi yang pekat sangat membahayakan kesehatan penduduk.

“Asap-aspa itu menghasilkan polutan berupa partikel dan gas berbahaya seperti silika, oksida besi, dan alumina,” ujarnya.

Sedangkan gas berbahaya yang dihasilkan, kata Mulin, adalah karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), asam belerang (SO2), natrium oksida (NO2), aldehid, hidrokarbon, dan fluorida.

Polutan ini, berpotensi menimbulkan fibrosis (kekakuan jaringan paru), pneumokoniosis, sesak napas, elergi sampai menyebabkan penyakit kanker.

Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Palangkaraya saat ini juga sudah diambang bahaya, indeksnya melebihi angka 100. Berdasarkan standar ISPU yang dikeluarkan Departemen Kesehatan, udara dikategorikan baik jika ISPU kurang dari 50.

SPU 51-100 dinilai sedang, juga tak ada dampak kesehatan, ISPU 101-199 sudah dikatagorikan tidak sehat.

ISPU yang melebihi 100 dapat menimbulkan iritasi pada saluran pernapasan, bagi penderita penyakit jantung gejalanya akan kian berat. Jika ISPU sudah melebihi 100, maka masyarakat harus menggunakan masker bila beraktivitas di luar rumah.

“Apalagi jika ISPU mencapai 200-299. Udara dengan ISPU setinggi itu sangat tidak sehat untuk penderita ISPA, Pneumonia dan penyakit jantung. Aktivitas rumah juga harus dibatasi,” katanya.

JIka ISPU melebihi 300-400, kata Mulin, masyarakat tidak lagi boleh beraktivitas di luar, kantor dan sekolah juga harus menggunakan AC atau “air purifier”.

Melihat dampaknya yang sangat berbahaya, Mulin menyarankan, agar masyarakat menjaga ambang batas ISPU jangan sampai terlampaui. “Caranya dengan menghindari pembakaran lahan khususnya di musim kemarau seperti saat ini,” katanya.

Diskes Kalteng berusaha mencegah dampak sebaran asap dengan memberikan penyuluhan kepada penduduk setempat agar mereka memahami bahaya asap terhadap kesehatan.

Menurut Mulin, pengaruh jangka pendek asap pembakaran bagi kesehatan, adalah iritasi saluran pernafasan dan dapat diikuti dengan infeksi saluran pernafasan.

“Gejalanya seperti batuk, sesak nafas (pneumonia) yang dapat berakhir dengan kematian,” tambahnya.

Selain itu asap juga mengiritasi mata dan kulit, mengganggu pernafasan penderita penyakit paru kronik seperti asma dan bronchitis alergika. Sedangkan CO pada asap dapat juga menimbulkan sesak nafas, sakit kepala, lesu, mual, dan tidak bergairah.

Dalam jangka panjang, asap kebakaran akan mengiritasi saluran pernafasan dapat menimbulkan bronchitis kronis, emfisema, asma, kanker paru, serta pneumokoniosis. sumber BeritaDaerah.com

Selasa, 25 Agustus 2009 (Berita Daerah – Kalimantan) – Dengan memakai sepotong linggis, Yanto, salah satu anak buah kapal (ABK) kapal layar motor (KLM) “Fitra Budaya Indah”, membongkar tumpukan kayu yang dimuat di atas kapalnya.

Dalam waktu kurang dari dua menit berupaya, pria yang hanya memakai celana pendek, tanpa baju dan tanpa sandal telah berhasil memperlihatkan muatan kayu.

Kapal yang bermuatan kayu jenis bengkirai 530 meter kubik (m3) ini sedang lego jangkar di Sungai Mentayang, Kabupaten Kota Waringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah sambil menunggu proses hukumnya selesai.

Tim penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Tertentu Badan Reserse Kriminal Polri pekan lalu menangkap kapal ini karena membawa kayu secara ilegal, pekan lalu.

Sayang, nahkoda kapal yang bernama M menghilang begitu tahu polisi telah ada di atas kapalnya, padahal keterangannya dibutuhkan untuk mengetahui pemilik dan seputar dokumen kayu.

Polisi tidak bisa berbuat banyak karena Yanto mengaku tidak tahu- menahu persoalan kayu yang dimuatnya.

“Baru sekali ini angkut kayu, Pak. Biasanya angkut pupuk atau semen dari Jawa ke Kalimantan,” kata pria berkumis kelahiran Kabupaten Malang, Jawa Timur ini.

Polisi hanya berhasil mendapatkan data bahwa kayu itu dikirim oleh UD (usaha dagang) IL di Desa Tumbang Sungai Kecamatan Antang Kalang, Kotim.

Kendati dilengkapi dengan delapan Faktur Angkut Kayu Olahan (FAKO), dengan penerbit atas nama HP dan AD, polisi tetap menahan kayu karena dokumen itu diduga palsu sebab hanya berupa foto kopi saja.

KLMN Fitra Budaya Indah hanya satu dari 10 kapal yang berhasil disita Polri di sungai Mentayang pada saat yang sama.

Semua kapal yang disita mengangkut kayu tanpa dokumen sah.

Sayang, kapal disita saat sedang bersandar di tepi sungai sehingga hanya tiga kapal yang ada nahkoda saat tertangkap sedangkan lainnya tanpa nahkoda.

Padahal, nahkodalah yang bertanggung jawab atas muatan kapal-kapal itu.

Sebenarnya, Polri dalam operasi ini menangkap 12 kapal namun hanya 10 kapal yang berisi kayu sedangkan dua kapal kosong.

Dari 10 kapal itu, sembilan kapal berjenis KLM sedangkan satu kapal merupakan kapal imbal, yakni kapal untuk mengangkut kayu dari gudang atau penggergajian ke KLM.

Dari KLM Bahtera Anugerah Raya, polisi menyita 230 m3 kayu, KLM Mahligai Setia memuat 44,6738 m3 kayu, KLM Sahara Setiap 662 m3 kayu dan KLM Amanah Setia 310,1019 m3 .

Sedangkan KLM Rahmat Bersama Indah memuat 451 m3 kayu, KLM Rahma Setia memuat 273 m3 kayu, KLM Berkat Arafah Indah 292 m3 kayu dan KLM Permata Indah 163 m2 kayu.

Ke Pedalaman

Direktur Tindak Pidana Tertentu Badan Reserse Kriminal Polri Brigjen POl Suhardi Alius mengatakan, tim Polri terus masuk ke pedalaman Kotim setelah menangkap 10 kapal itu.

“Kami menduga masih banyak kayu-kayu yang berada di pedalaman,” katanya.

Upaya polisi menyusuri daerah pedalaman tidak sia-sia karena menemukan tumpukan kayu ilegal.

Di gudang UD BA Kecamatan Parenggean, polisi menyita 400 m3 kayu, UD KB terdapat 800 m3 kayu dan di pinggir sungai Desa Kabau, polisi menyita 60 m3 .

Di tiga pemukiman warga yang terletak di tepi sungai, polisi menyita 1.500 m3 kayu, di daerah sungai Mentayang hulu disita 500 M3.

Tidak itu saja, di Desa Antakalang, polisi menemukan 31 kayu bulat yang belum sempat dijadikan kayu balok.

“Tim kami masih terus bergerak jauh ke pedalaman karena diduga banyak kayu yang disembunyikan. Saking jauhnya, sampai-sampai sinyal HP tidak ada,” kata Suhardi.

Jalur Kayu

Dari keterangan saksi dan dokumen yang ada, kayu jalur kayu ilegal ini dimulai dari area hutan yang dikelola oleh pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH ) PT BCT dan PT KTR, Kotim.

Warga sekitar menebang kayu di area hutan HPH secara ilegal.

Kayu bulat dari hutan lalu dibawa ke tempat pengolahan kayu untuk dijadikan kayu olahan berbagai ukuran.

Di salah satu sungai yang masuk area PT BCT, ada sekitar 10 tempat pengolahan kayu ilegal.

Polisi juga menemukan tiga pemukiman warga sekitar PT KTR yang memiliki banyak tempat pengolahan kayu.

Di Desa Sangai, polisi menemukan dua tempat pengolahan kayu ilegal dan lima truk.

Polisi juga menemukan dua tempat pengolahan kayu kayu ilegal dan empat truk di Desa Sangai yang jaraknya sekitar 10 menit dari tempat pertama.

Di ujung desa dekat hutan, polisi menemukan sembilan tempat pengolahan kayu ilegal.

Semua kayu olahan ilegal itu lalu dibawa dengan jalan darat hingga Desa Parengean dan Desa Banjaru.

Di dua desa ini, kayu dinaikkan ke kapal yang kemudian berlayar ke arah Sampit, ibukota Kotim melalui Sungai Mentayang.

Perjalanan kapal pun berlanjut dengan mengarungi Laut Jawa sebelum tiga di tempat tujuan antara lain pelabuhan Pasuruan, Gresik dan Semarang.

Suhardi Alius mengatakan, diduga banyak kapal yang lolos dari penangkapan polisi dan langsung berlayar ke Jawa.

“Anggota saya sudah bergerak di Jawa untuk mengamati kedatangan kayu dari Sampit,” katanya.

Terus Terjadi

Pengungkapan kasus pembalakan liar di Kotim ini membuktikan bahwa pembalakan liar di Kalteng masih terus terjadi padahal tahun 2007 lalu, tim yang sama dari Mabes Polri pernah menggelar operasi di Kalteng.

Kala itu, Mabes Polri menggelar operasi pembalakan liar di Kabupaten Gunung Mas dan Kabupaten Katingan.

Polri berhasil menangkap satu cukong kayu skala besar yang sebelumnya tidak tersentuh hukum bernama G.

Tidak itu saja, sejumlah pejabat Dinas Kehutanan juga berurusan dengan hukum karena mengeluarkan dokumen kayu palsu.

Akibat operasi itu, pembalakan liar di Kalteng terhenti.

Kapolda Kalteng saat itu Brigjen Pol Dinar mengatakan, pihaknya telah menjaga semua perbatasan agar tidak ada kayu yang keluar daerah secara ilegal.

Bahkan, kata Dinar kala itu, setiap muara sungai diawasi oleh anggota polisi perairan.

Kini, di tahun 2009 ini, pembalakan liar kembali terjadi di Kalteng yang ditandai dengan terungkapnya kasus di Kotim.

Menurut IPCC (Intergovermental Panel and Climate Change) pada tahun 2005 akan terjadi peningkatan suhu 0,6 – 0,7%. Ketersediaan air di negara-negara tropis berkurang 10 – 30%, serta semangkin panjangnya musim panas dibandingkan dengan musim dingin. Saat-saat ini sedang maraknya pembahasan mengenai pemanasan global atau global warming, karena sudah diperkirakan lebih dari setengah kota-kota besar di dunia akan terkena pemanasan global.

Pemanasan global adalah meningkatnya suhu dipermukaan bumi akibat peningkatan jumlah emisi gas rumah kaca di atmosfer. Pemanasan global akan berpengaruh terhadap perubahan iklim yang dapat menyebabkan banjir dan erosi.

Ada satu contoh penyebab pemanasan global yang belum kita sadari yaitu tisu toilet, salah satu penyebabnya jutaan ton tisu toilet diperoduksi dari sebuah lahan hutan tropis yang digantikan kebun kayu akasia dan eucalyptus. Contohnya saja kalau kita pergi ke mall-mall atau kantor-kantor pasti di toilet banyak sekali tisu-tisu yang terbuang begitu saja. Padahal untuk menghasilkan sehelai tisu membutuhkan waktu yang lama sekali untuk memperoleh bahan dasarnya dan harus mengorbankan ekosistem alam. Tidak tanggung-tanggung industri bubur kertas (pulp) menghabiskan lahan hutan yang menjadi pengolah emisi karbon. Air yang semangkin berkurang akibat dari penebangan hutan yang buruk, pencemaran sungai-sungai oleh limbah pabrik bubur kertas dan tisu toilet berdampak pada percepatan perubahan iklim.

Sudah saatnya sekarang kita merubah gaya hidup kita, tidak konsumtif terhadap sumber daya yang tidak dapat diperbaharui dan menjaga kelestarian hutan. Kalau bukan kita, siapa lagi yang mau menjaga kelesarian alam kita ini. Toh ini juga demi kelangsungan hidup anak cucu kita juga, jadi apa salahnya????

Yayasan Sains Estetika dan Teknologi (SET) memberikan penghargaan kepada penggagas Festival Lima Gunung di Magelang, Sutanto atau Tanto Mendut. Direktur Yayasan SET, Garin Nugroho secara langsung memberikan penghargaan tersebut kepada Tanto Mendut pada acara dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-22 Yayasan SET di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (27/8) malam.

Garin salut kepada Tanto Mendut karena kegigihannya untuk memberdayakan masyarakat di lima gunung yaitu Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, dan Menoreh dalam berkesenian. “Saya sendiri tidak sanggup untuk melakukannya. Di lima gunung banyak sekali partisipan seniman,” katanya. Garin melihat komunitas lima gunung merupakan sebuah tempat workshop kesenian. “Indonesia memerlukan mereka yang mengerTi bagaimana mengembangkan partisipasi masyarakat tanpa menjadi sebuah proyek,” tambah Garin.

Dalam sambutannya, Tanto Mendut mengatakan dirinya memilih tinggal di sekitar Candi Mendut, Kecamatan Borobudur, Magelang untuk mengekspresikan cara dia berkesenian. Tanto Mendut berhasil menumbuhkan kepercayaan masyarakat desa untuk berekspresi, yang kini telah mampu  tampil dalam berbagai panggung kesenian di berbagai daerah di Indonesia, bahkan pentas di luar negeri.

Meski berhasil menjadi masyarakat seni, penduduk desa lima gunung tersebut tidak berganti profesi dan tetap menjadi petani. Festival lima gunung sendiri telah digelar delapan kali meski penyelenggaraannya bukan merupakan festival yang mewah dengan biaya besar.

Rangkaian acara HUT Yayasan SET juga menampilkan kolaborasi seni Garin Nugroho dan Franky Sahilatua, pidato kebudayaan dari aktivis Fadjroel Rachman, dan pentas seni dari Nadine Candrawinata.
Pada kesempatan tersebut, Yayasan SET meluncurkan mini seri Kisah Keluarga Parikin dengan sutradara Sugeng Wahyudi dan program baru Panggung Teater PADI serta pembuatan film di Wakatobi yang disutradarai Kamila Andini.
Acara yang digelar di Teater Kecil TIM tersebut dihadiri oleh aktivis antikorupsi Teten Masduki, anggota DPR Djoko Susilo dan Arif Mudatsir Mandan. disadur dari Media Indonesia

Remaja yang mencuri laptop dan menggunakan untuk surfing pornografi berhasil ditangkap polisi. Laptop itu ternyata dilengkapi dengan software khusus.

Seorang remaja Australia tersebut tertangkap setelah mengakses Internet melalui laptop curiannya tersebut. Karena telah merasa aman 2 bulan menghindar dari kejaran polisi, remaja tersebut berani memakai laptop curiannya tersebut tanpa mengetahui bahwa di dalamnya terdapat software yang bisa mengirim email secara otomatis ketika terkoneksi ke internet.

Informasi mengenai tersangka pencurian tersebut berhasil terlacak setelah tersangka mengakses dan login ke Facebook miliknya. Laptop itu adalah milik karyawan Branach di mana perusahaan itu adalah klien perusahaan IT support Navigatum yang bisa mengontrol laptop itu dari manapun. Menggunakan software akses jarak jauh Kaseya, teknisi senior Navigatum David Stevenson memasang alarm, kapanpun laptop curian itu digunakan di internet maka akan mengirimkan email.

Stevenson mengatakan laptop itu digunakan untuk mengakses pornografi beberapa pekan setelah hilang. Saat remaja itu login di Facebook beberapa jam kemudian dia berhasil ditangkap polisi. Sungguh malang nasibnya, niat hati ingin mencari teman lewat Facebook, malah ketahuan dan dijebloskan ke dalam penjara yang pengap. Disadur dari inilah.com-13/08/09

Hari Bumi yang diperingati setiap tanggal 22April, menandai hari jadi lahirnya sebuah perubahan pergerakan kepedulian terhadap lingkungan tahun 1970-an. Hari Bumi lahir diprakarsai oleh seorang senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson. Saat itu ia melakukan protes secara nasional terhadap kalangan politik terkait permasalahan lingkungan. Ia mendesak agar isu-isu tersebut dimasukkan dalam agenda nasional.
Perjuangan Gaylord Nelson dimulai sekitar lebih dari 7 tahun sebelum Hari Bumi pertama. Pada awalnya Gaylord berharap pemikirannya tercapai melalui kunjungan yang dilakukan Presiden Kennedy ke-11 negara bagian pada September 1963, namun dengan beberapa alasan kunjungan tersebut tidak mampu membawa isu lingkungan ke dalam agenda nasional. Upaya terus dilakukan Gaylord untuk merealisasikan idenya. Setelah tur Kennedy, Gaylord melakukan kampanyenya sendiri ke beberapa negara bagian. Di seluruh pelosok negara, bukti penurunan kualitas lingkungan terjadi di mana-mana. Semua orang menyadarinya, kecuali kalangan politik.
Akhirnya pada musim panas 1969 Gaylord mengetahui bahwa aksi demonstrasi anti-perang Vietnam telah menyebar secara luas melalui perguruan tinggi di seluruh negeri. Dari sana ia mendapat ide untuk melakukan hal yang sama dalam kempanye lingkungannya. Ia memilih kalangan bawah dalam melakukan aksi protes terhadap kerusakan lingkungan. Pada sebuah konferensi di Seattle September 1969, Gaylord mengumumkan akan mengadakan demonstrasi secara nasional pada musim semi 1970 atas nama lingkungan dan setiap orang diundang untuk berpartisipasi. Setelah itu, berbagai surat, telegram, dan telepon mengalir dari seluruh negeri. Warga Amerika akhirnya menemukan sebuah forum untuk mengungkapkan kepeduliannya atas penurunan kualitas tanah, sungai, danau, dan udara di lingkungan mereka. Pada 30 November 1969 New York Times melaporkan terjadinya peningkatan aktivitas kepedulian terhadap lingkungan di seluruh negeri terutama di kampus-kampus dan suatu hari untuk peringatan permasalahan lingkungan tengah dirancang untuk untuk musim semi mendatang yang dikoordinasi oleh Senator Gaylord Nelson. Hal ini menjadi bukti keberhasilan perjuangan Gaylord Nelson dalam mengedepankan isu lingkungan sebagai agenda nasional.
Pada tanggal 22 April 1970, akhirnya sekitar 20 juta warga Amerika turun ke jalanan serta memenuhi sejumlah taman dan auditorium untuk mengkampanyekan kesehatan dan keberlangsungan lingkungan. Ribuan mahasiswa berkumpul menentang kerusakan lingkungan. Kelompok-kelompok yang sudah sejak lama menentang adanya tumpahan minyak di lingkungan, pabrik-pabrik dan pembangkit listrik penyebab polusi, buruknya saluran pembuangan, pembuangan bahan-bahan berbahaya, pestisida, jalan raya, hilangnya hutan belantara, serta semakin punahnya kehidupan liar menyadari adanya kebersamaan atas perjuangan mereka dari masyarakat.
Hari Bumi pada tahun 1970 telah menghasilkan persatuan kalangan politik yang sebenarnya jarang terjadi, yang berasal dari kaum republik maupun demokrat, dan berbagai pencampuran kalangan lainnya. Hari Bumi pertama menjadi awal terbentuknya United States Environmental Protection Agency/US EPA (sebuah badan perlindungan lingkungan Amerika) dan juga sebagai langkah awal menuju lingkungan dengan udara dan air yang bersih, serta perlindungan terhadap mahkluk hidup.
Pada tahun 1990, peringatan Hari Bumi mulai berkembang secara global. Sekitar 200 juta orang dari 141 negara di dunia tergerak untuk mengangkat isu lingkungan dalam skala global. Hari Bumi 1990 pun menjadi titik tolak terlaksananya KTT Bumi 1992 di Rio de Janeiro.
Tahun 2000 Hari Bumi mendapat bantuan dengan adanya internet untuk menghubungkan para aktivis di seluruh dunia. Pada tanggal 22 April sekitar 5000 kelompok pemerhati lingkungan di seluruh dunia merangkul ratusan juta penduduk di 184 negara yang menjadi rekor baru untuk Hari Bumi yang diperingati pada tanggal 22 April setiap tahunnya menandai hari jadi lahirnya sebuah perubahan pergerakan kepedulian terhadap lingkungan pada tahun 1970.

Hari Bumi yang diperingati setiap tanggal 22April, menandai hari jadi lahirnya sebuah perubahan pergerakan kepedulian terhadap lingkungan tahun 1970-an. Hari Bumi lahir diprakarsai oleh seorang senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson. Saat itu ia melakukan protes secara nasional terhadap kalangan politik terkait permasalahan lingkungan. Ia mendesak agar isu-isu tersebut dimasukkan dalam agenda nasional.

Perjuangan Gaylord Nelson dimulai sekitar lebih dari 7 tahun sebelum Hari Bumi pertama. Pada awalnya Gaylord berharap pemikirannya tercapai melalui kunjungan yang dilakukan Presiden Kennedy ke-11 negara bagian pada September 1963, namun dengan beberapa alasan kunjungan tersebut tidak mampu membawa isu lingkungan ke dalam agenda nasional. Upaya terus dilakukan Gaylord untuk merealisasikan idenya. Setelah tur Kennedy, Gaylord melakukan kampanyenya sendiri ke beberapa negara bagian. Di seluruh pelosok negara, bukti penurunan kualitas lingkungan terjadi di mana-mana. Semua orang menyadarinya, kecuali kalangan politik.

Akhirnya pada musim panas 1969 Gaylord mengetahui bahwa aksi demonstrasi anti-perang Vietnam telah menyebar secara luas melalui perguruan tinggi di seluruh negeri. Dari sana ia mendapat ide untuk melakukan hal yang sama dalam kempanye lingkungannya. Ia memilih kalangan bawah dalam melakukan aksi protes terhadap kerusakan lingkungan. Pada sebuah konferensi di Seattle September 1969, Gaylord mengumumkan akan mengadakan demonstrasi secara nasional pada musim semi 1970 atas nama lingkungan dan setiap orang diundang untuk berpartisipasi. Setelah itu, berbagai surat, telegram, dan telepon mengalir dari seluruh negeri. Warga Amerika akhirnya menemukan sebuah forum untuk mengungkapkan kepeduliannya atas penurunan kualitas tanah, sungai, danau, dan udara di lingkungan mereka. Pada 30 November 1969 New York Times melaporkan terjadinya peningkatan aktivitas kepedulian terhadap lingkungan di seluruh negeri terutama di kampus-kampus dan suatu hari untuk peringatan permasalahan lingkungan tengah dirancang untuk untuk musim semi mendatang yang dikoordinasi oleh Senator Gaylord Nelson. Hal ini menjadi bukti keberhasilan perjuangan Gaylord Nelson dalam mengedepankan isu lingkungan sebagai agenda nasional.

Pada tanggal 22 April 1970, akhirnya sekitar 20 juta warga Amerika turun ke jalanan serta memenuhi sejumlah taman dan auditorium untuk mengkampanyekan kesehatan dan keberlangsungan lingkungan. Ribuan mahasiswa berkumpul menentang kerusakan lingkungan. Kelompok-kelompok yang sudah sejak lama menentang adanya tumpahan minyak di lingkungan, pabrik-pabrik dan pembangkit listrik penyebab polusi, buruknya saluran pembuangan, pembuangan bahan-bahan berbahaya, pestisida, jalan raya, hilangnya hutan belantara, serta semakin punahnya kehidupan liar menyadari adanya kebersamaan atas perjuangan mereka dari masyarakat.

Hari Bumi pada tahun 1970 telah menghasilkan persatuan kalangan politik yang sebenarnya jarang terjadi, yang berasal dari kaum republik maupun demokrat, dan berbagai pencampuran kalangan lainnya. Hari Bumi pertama menjadi awal terbentuknya United States Environmental Protection Agency/US EPA (sebuah badan perlindungan lingkungan Amerika) dan juga sebagai langkah awal menuju lingkungan dengan udara dan air yang bersih, serta perlindungan terhadap mahkluk hidup.

Pada tahun 1990, peringatan Hari Bumi mulai berkembang secara global. Sekitar 200 juta orang dari 141 negara di dunia tergerak untuk mengangkat isu lingkungan dalam skala global. Hari Bumi 1990 pun menjadi titik tolak terlaksananya KTT Bumi 1992 di Rio de Janeiro.

Tahun 2000 Hari Bumi mendapat bantuan dengan adanya internet untuk menghubungkan para aktivis di seluruh dunia. Pada tanggal 22 April sekitar 5000 kelompok pemerhati lingkungan di seluruh dunia merangkul ratusan juta penduduk di 184 negara yang menjadi rekor baru untuk Hari Bumi yang diperingati pada tanggal 22 April setiap tahunnya menandai hari jadi lahirnya sebuah perubahan pergerakan kepedulian terhadap lingkungan pada tahun 1970.

Seperti yang kita ketahui, banyak sampah dihasilkan oleh setiap kepala keluarga setiap harinya. Jika dilihat lebih lanjut, berarti lebih banyak sampah yang terkumpul di setiap TPA setiap hari. Misalnya saja setiap keluarga menghasilkan 5kg sampah per harinya, jika dalam suatu wilayah terdapat 1000 kepala keluarga, tidak dapat dibayangkan berapa banyak sampah yang akan menumpuk di TPA. Itupun per hari, coba kalikan selama 1 bulan, 1 tahun, duh…. Pasti tidak terbayangkan banyaknya.

Berikut adalah cara mengolah limbah organik rumah tangga secara sederhana, itung-itung mengurangi menumpuknya sampah di TPA:

Cara pembuatan kompos dari sampah organik yang dihasilkan keluarga :

  • -Sediakan wadah berdiameter 10 cm (yang tidak dipakai lagi), lubangi bagian bawahnya untuk saluran cairan coklat (lindi) hasil pengomposan.
  • Lalu sisa sayuran, sisa makanan ditumpuk di atas pasir itu.
  • Pada hari ketiga setelah ada bau masam, sisa sayuran dan makanan ditaburi kapur (dolomide) untuk menambah unsur hara hasil kompos.
  • Perciki air secukupnya. Kemudian tambahkan tanah gembur secukupnya agar bau bisa tertahan.
  • Untuk lapisan berikutnya dapat mulai lagi dengan diperciki air, diberi pasir, sisa sayuran/makanan, tanah gembur. Pembuatan kompos dilakukan secara berlapislapis.
  • Untuk wadah berdiameter 10 cm campuran tidak perlu diaduk, tetapi untuk wadah yang berukuran lebih besar sebaiknya campuran diaduk.
  • Waktu yang diperlukan untuk menjadi kompos sekitar satu setengah bulan. Tandatanda pengomposan sudah selesai campuran menjadi hitam dan tidak bau.

Selain sisa sayur/makanan, daun tanaman yang kering bisa dikomposkan.

Caranya : daun kering diremas-remas sampai hancur, kemudian masukkan ke dalam wadah plastik, perciki air. Setelah satu setengah bulan daun kering sudah menjadi kompos yang berwarna hitam.

Kompos tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman, media tanam dirumah sendiri atau jika dijual bisa menjadi sumber penghasilan tambahan.Jika sampah rumah tangga yang tergolong bahan organik dijadikan kompos, berarti keluarga Anda sudah berjasa mengurangi sampah.

Pagi itu aku telah selesai melakukan packing, begitupun dengan Hendras teman sekamarQ. Seusai pulang kantor,kami berencana melakukan pendakian ke Gunung Slamet di daerah Brebes, Jawa Tengah. Rencananya kami dan teman-teman kami yang sedang PKL di kota-kota lain, yang juga ikut mendaki berkumpul sepagi mungkin di terminal Tegal.

Hari itu terasa sangat melelahkan, krn aku dan hendras kedapatan tugas untuk mengantarkan proposal ke bebrapa tempat yg cukup jauh. Namun sebelum kami mulai berangkat mengantar proposal, iseng aku mencari berita terbaru mengenai kondisi Gunung Slamet. Dan betapa terkejutnya saya melihat berita yang ada, bahwa ternyata Status gunung Slamet sedang Siaga dan pendakian kesana untuk sementara dilarang.

Langsung aku menghubungi teman2 yg lainnya mengenai hal ini, lgsg rencana pendakian dipindah ke gunung merapi. Setelah mengetahui kondisi merapi yang sedang tenang, kami pun setuju dengan rencana itu, akhirnya sepulang kerja, sekitar pukul 20.00 WIB saya dan hendras berangkat dari terminal Cicaheum menuju Solo, tempat rencana kami dan teman2 berkumpul.

Di tengah perjalanan kami bertemu dengan seorang yg ternyata sering naik ke Merapi. Dia heran karena aku dan teman2 berkumpul di Solo, karena jalur pendakian Merapi termudah adalah dari Boyolali, sebelum Solo tentunya. Esok paginya pun aku segera konfirmasi ke teman2 yg lainnya, dan ternyata benar kita akan mendaki lewat boyolali. Tapi Ah, telat, bus kam baru saja meninggalkan terminal boyolali, kamipun turun di terminal terdekat dan segera kembali ke boyolali.

Akhirnya kami semua dapat berkumpul di boyolali, segera setelah sarapan kami mencari angkutan untuk disewa dan memulai pendakian dari Selo, di Desa Selo tepDSC03980atnya. Kami mulai mendaki sekitar pukul 11.00, melewati jalanan aspal menanjak dan sampai di New Selo(kami menyebutnya pos pemandangan) sekitar pukul 12.00, kami beristirahat agak lama dan mulai berjalan lagi melalui jalan setapak berdebu di tengah2 kebun milik warga.

30 menit kemudian Kami sampai di shelter 1 dan beristirahat sejenak, di shelter berikutnya kami menemukan papan petunjuk jalan,namun entah itu shelter berapa karena tdk ada keterangan. Berikutnya medan semakin sulit karena harus melewati medan menanjak dan berbatu, saya cukup sulit berjalan lantaran hanya memakai sandal.

Sekitar jm 14.00 kami sampai di pos 1 dan beristirahat sejenak, disitu kami sempat mengobrol dengan 2 bule cewek dan pemandunya, selanjutnya kami berjalan lagi dan sampai di pos 2 pukul 15.30, disitu kami sempat masak mi instan dan energen. Perjalanan berikutnya semakin susah lantaran kabut dan angin cukup kencang, kami sampai di pasar bubrah pukul 18.30 san segera membongkar muatan, setelah kenyang kami segera tidur lantaran cuaca tidak mendukung.

Esok paginya, kami naik menuju puncak garuda melewati jalan berbatu yang sangat terjal dan berbahaya, saatDSC04087 itu kabut sangat tebal, untungnya mendekati puncak kabut mulai hilang. Kami sampai di puncak pukul 09.00, setelah menikmati indahnya kawah dan berfoto dengan puncak garuda, kami turun hanya 4 jam dan segera mencari kendaraan ke boyolali dan pulang ke kota kami masing2.

Salam kenal semua, salam kenal para blogger. Ini merupakan blog pertamaKu di wordpress, setelah beberapa kali ngeblog di blogspot. Sebenarnya blog ini Cuma coba2, karena berdasarkan pengalamanku, aku hanya serius ngeblog untuk beberapa waktu saja, selanjutnya blogku akan tidak terurus dan terlantar begitu saja.hehe…..

Oiya, perkenalkan namaku prucut Bondan Adi Roso, teman2 biasa memanggilku prucut ataupun bondan, nama yang cukup unik memang, dan itu pula yang menyebabkan namaku menjadi lebih cepat dikenal. Saat ini aku bersekolah di SMK Telkom malang, sekolah yang berhaluan IT dan Telekomunikasi. Saat ini ak duduk di bangku kelas 3, dan sedang melakukan PKL di Kota bandung hingga September bulan depan.

Di blog ini aku ingin menceritakan pengalaman2ku menjadi anggota PAlwaga, sebuah organisasi pecinta alam di sekolahKu. Sudah banyak pengalaman2 yang aku peroleh setelah menjadi anggota organisasi ini. Aku menjadi lebih peka akan lingkungan di sekitarku, belajar lebih mencintai alam, dan yang lebih hebat nih, penyakit asmaku lebih jarang kumat lantaran sering menhgirup udara segar di pegunungan. Itulah mengapa aku sangat betah mengikuti organisasi ini.

Oke, mungkin itu sedikit perkenalan dariku, selamat datang di blogku dan selamat membaca. Aku tunggu komentar kalian ya, biar blog ini dapat lebih berkembang.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.